Wednesday, February 25, 2015

Dragon Age: Inquisition (Mini Review)



Sejak pertama kali rilis pada tahun 2009, seri Dragon Age memang seakan-akan menjadi game yang ditunggu oleh penggemar West RPG. Seri pertama Dragon Age: Origins yang bertemakan pertempuran melawan Darkspawn menjadi plot utama. Dragon Age akan selalu bertemakan pertempuran di jaman naga, dimana naga merupakan hewan berkasta tertinggi yang juga disembah oleh beberapa kelompok.


Dragon Age: Inquisition (DAI) merupakan seri ketiga yang rilis pada November 2014. Antara ditunggu dan "dicuekin", itulah yang terjadi selama DAI dalam masa-masa promosi. Janji-janjinya untuk bisa lebih baik dibandingkan seri kedua (Dragon Age II) menjadi bahan utama sebagai promosi. Kembalinya Tactical View adalah hal yang dipromosikan dengan gencar sekaligus ditunggu oleh para penggemar seri Dragon Age.

Pada saat rilis, DAI bisa langsung menjadi game yang sangat laris (tidak terhitung yang bajakan). Tidak hanya di luar negeri, tetapi beberapa toko game di dalam negeri pun sedikit kesulitan dalam restock game yang satu ini. Untung saja saya melakukan pre-order :D


Harapan para gamers dan penggemar Dragon Age tentunya jika dibandingkan dengan Dragon Age II adalah kembalinya Tactical View Camera, kembalinya kustomisasi pakaian companions, dan ada satu hal yang belum dibuat pada seri-seri sebelumnya yaitu Open World, dan sebagainya.

Hasilnya? Berikut saya paparkan sedikit dari sudut pandang saya termasuk beberapa hal yang saya kompilasi dari berbagai sumber. Catatan, saya main versi PC.


  • Grafis: Cantik, rapi, detail dan berwarna. Tidak mengecewakan. Tidak se-wah misalkan GTA V dan The Last of Us (konsol tentunya). Tetapi tidak ada yang perlu dikomplain dari segi grafis. Physics yg cukup baik, Depth of Field yang lumayan, bisa dibilang memuaskan.
  • Sound: Cukup baik juga, bagus, pas, voice act-nya mungkin ada beberapa yang kurang enak, tetapi secara keseluruhan tidak terlalu perlu ada yang dikomplain. Detail suaranya bagus, cukup mewah untuk suara efeknya, lagu-lagu soundtracknya cukup menarik.
  • Gameplay: Perbaikan-perbaikan dari DA2 sangat terasa dan berpengaruh positif. Tentu ada hal yang mengganggu. Tactical view yang kembali dimunculkan tidak seperti yang diharapkan. Top-Down view-nya nanggung, kurang jauh. Kontrol kamera kurang enak, terlalu console-ish. Skill terbatas sampai delapan, sangat kurang dimana satu karakter bisa punya banyak skill. Companion tactic yang jauh berubah. Tidak ada lagi setting taktik ketika health-nya dibawah 50% seperti apa, jika karakter yang sedang saya kontrol diserang oleh lawan dari jarak jauh harus bagaimana, dsb. Mengecewakan ketika game yang awalnya lebih fokus kepada tactical rpg harus condong ke action bahkan condong ke hack n slash. Tidak ada auto attack dengan sekali klik. Benar-benar dibuat untuk mendukung konsol.
  • Story: Tetap menarik dengan beberapa pencabangan cerita ala Bioware. Hanya saja konsekuensi pemilihan dialog berasa tidak penting dan tidak berpengaruh banyak, terutama terhadap kedalaman cerita setiap companion. Tidak sebaik seri-seri sebelumnya, tetapi menarik dan menyimpan kejutan diakhir cerita. Oh, dan untuk memahami cerita dengan 100% disarankan untuk memainkan dari yang pertama termasuk DLC dan Expasion pack-nya. Karena story untuk seri Dragon Age ini termasuk sangat luas. Bahkan lebih masif dibandingkan dengan sebuah film berdurasi panjang.
  • Missions: Game RPG seperti ini tidak lepas dari misi-misi yang sangat banyak. Sayang banyak misi yang "hampa", tidak bercerita, tidak ada konsekuensi langsung terhadap cerita utama, dan membosankan.Bahkan misi utamanya pun sangat repetitif. Menutup Rift yang banyak, dan pada saat mencoba menutup Rift ini akan ada mahluk-mahluk yang harus dilawan. Dan misi ini akan berlangsung terus sampai akhir-akhir cerita. Belum lagi ada misi yang "hanya" mengumpulkan benda tertentu. Membosankan :(
  • Charater Creator: Ini salah satu fasilitas yang tidak bisa dianggap kecil. Bentuk karakter selama dimainkan akan bergantung pada hal yang satu ini. Dan Character Creatornya cukup baik. Hanya saja untuk rambut sangat-sangat jelek. Kurang variasi terutama untuk yang karakter perempuan. Wajah yang sulit untuk dibuat ganteng/cantik. Tapi untuk detail sudah cukup baik.
  • Conclusion: Hebat dan menarik. Game yang sangat luas dan dieksekusi dengan baik. Masih ada beberapa kekurangan, apalagi game seri seperti ini tidak akan lepas dari perbandingan dengan seri sebelumnya. Worth to buy, worth to play, diatas 75 jam bahkan bisa diatas 100 jam jika semua map dieksplorasi dan semua side quest diselesaikan. Sayangnya jika benar-benar serius untuk membuat karakter yang hebat, maka tanpa companion pun game ini bisa ditamatkan dengan mudah bahkan pada level game Nightmare.

Itu saja sedikit (tapi panjang) review mengenai Dragon Age: Inquisition. Akan saya buat untuk seri sebelumnya (mundur ceritanya ya) sebagai pembanding. 

Bagi yang sudah memainkan ini dan menamatkannya tetapi belum memainkan yang sebelumnya, saya sarankan untuk memainkannya. Itu juga kalau tertarik dengan storynya, karena kekuatan game Dragon Age ini ada pada story.

Sekian, dan sampai jumpa ;)

No comments: